Warga DKI Di Minta Tak Beri Stigma Buruk Pasien Covid-19
Foto : ISTIMEWA

Berita Kawasan JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta warga untuk tidak menstigma buruk dan melakukan diskriminasi terhadap pasien positif virus corona (Covid-19). Sebab stigma jelek dan diskriminasi justru akan berdampak buruk bagi proses pemulihan pasien Covid-19.

“Label stigma dan diskriminasi dapat berdampak negatif terhadap kondisi kejiwaan pasien, sehingga menurunkan imunitas untuk melawan virus corona,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/8).

Menurut Dwi, warga harus gotong royong dan menunjukkan empati terhadap sesama yang terdampak Covid. Warga juga diimbau untuk membangun hal-hal positif guna mencegah stigma dan diskriminasi.

“Bila keluarga atau masyarakat mendapatkan stigma dan diskriminasi, lakukan pendampingan dukungan psikososial,” tuturnya.

Selain itu, warga juga diminta tidak menyebarkan ketakutan dan kepanikan, apalagi memojokkan mereka yang telah dites positif, tenaga kesehatan, dan pihak lain yang bekerja untuk mengatasi wabah.

Warga juga harus menunjukkan kepadulian dan empati kepada orang yang terinfeksi virus. Pasien positif, kata dia perlu dikuatkan dan dimotivasi.Tidak hanya itu, warga juga diimbau untuk tak mudah termakan berita hoaks mengenai pandemi Covid ini.

“Cari tahu lebih banyak tentang Covid-19, pelajari apa yang perlu dilakukan untuk melindungi diri, keluarga dan masyarakat jangan terjebak pada berita hoaks atau informasi keliru,” jelas Dwi.

Sementara itu, hingga Senin (10/8), kasus positif Covid-19 di wilayah Ibu Kota sudah mencapai 26.193 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.446 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 940 orang meninggal dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here