Penukaran-Uang-Rusak
Foto By : https://uangindonesia.com

Berita Kawasan Nusantara – Setiap orang pasti pernah mendapatkan uang dengan kondisi cacat atau rusak. Namun karena banyak yang merasa malas untuk menukarkannya ke bank, sebagian besar uang rusak tersebut hanya disimpan bahkan dibuang.

penukaran uang rusak
FOTO BY : www.liputan6.com

Dibilangan pasar Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah, terdapat tempat usaha penukaran uang rusak dengan uang yang bagus yang digeluti oleh Dul Santoso (Jasa penukaran uang rusak). Adanya tempat penukaran uang rusak ini Anda tidak perlu repot-repot pergi ke bank untuk bisa menukarkan uang yang rusak atau cacat.

Warga yang umumnya adalah pedagang ramai mendatangi Dul sambil membawa gumpalan uang yang lusuh, sobek, hingga yang bagiannya terbakar. Para pelanggan pun semakin banyak berdatangan ketika memasuki hari Kliwon.

Setiap hari, Dul membuka lapak sederhananya dipasar tersebut. Meski hanya bermodakan speaker atau alat pengeras suara yang dipasang di sepeda motornya, tak butuh waktu lama untuk menunggu pelanggannya.

Foto By : NETZ.ID/Yusuf Cahyono

“Itu uang rupiah yang sudah pada rusak dan lusuh. Entah uang tersebut sobek, terbakar, dimakan rayap, dimakan tikus dan sebagainya bisa ditukarkan. Selain itu mata uang yang normal ataupun yang rusak juga bisa diganti,” ujar Dul.

Foto By : NETZ.id/Yusuf Cahyono

Untuk proses penukaran, Dul pertama kan memeriksa terlebih dahulu tiap lembar uang yang rusak. Lalu ia akan menafsir tingkat keruksakan dari masing-masing uang tersebut.

Setelah ditaksir berdasarkan nominal dan tingkat kerusakannya, baru ia akan mengganti uang tersebut sesuai dengan kesepakatan yang disetujui.

Uang yang rusaknya lebih dari 50% tidak akan diterima olehnya. Sebab Bank Indonesia sudah menetapkan standar yang jelas tentang penukaran uang.

“Kriteria uang yang bisa saya terima itu jika 2/3 bagian sisa kertasnya. Yang penting 67% kertas uang masih tersisa,” tambahnya kemudian.

Untuk mengambil keuntungan dalam bisnisnya ini, Dul bergantung pada kesepakatan yang telah ditentukannya.

Foto By : NETZ.ID/Yusuf Cahyono

“Ya ambil keuntungannya dari itu. Misalnya uang pecahan Rp 100 ribu dengan kondisi sobek sedikit akan saya tambahkan Rp 10 ribu. Itu kalo pecahan besar, kalo pecahan kecil memang akan saya lebih tekankan lagi jadi 78 %. Soalnya sistem penukarannya agak sedikit sulit,” papar Dul.

Setiap bulannya, Dul mengaku bisa menukarkan uang rusak hingga Rp 30 juta ke Bank Indonesia. Ketelitian dan kecermatan dalam menaksir uang rusak jadi kunci keberhasilan bisnisnya.

Keberadaan jasa tukar uang rusak ini sangat membantu masyarakat yang memiliki uang rusak namun malas untuk menukarkannya. Selain itu sangat membantu Bank Indonesia dalam menarik dan mengganti uang rusak tersebut berdasarkan nomer serinya, agar nanti bisa digunakan kembali.

Sumber : https://netz.id

LEAVE A REPLY