Pelanggaran Lalin Banyak Terjadi, Minggu Depan Tilang Berlaku Lagi di PSBB Transisi
ILUSTRASI/ Foto : ISTIMEWA

Berita Kawasan JAKARTA – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan memberlakukan kembali penilangan bagi pelanggar lalu lintas di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta.

Salah satu pertimbangan polisi memberlakukan tilang karena tingginya angka pelanggaran selama PSBB di masa pandemi Corona (COVID-19).

Sebelumnya di masa PSBB DKI Jakarta, polisi menyetop penindakan terhadap pelanggar lalu lintas. Namun kini polisi kembali memberlakukan tilang dengan pertimbangan angka pelanggaran selama masa PSBB transisi mengalami peningkatan.

Penindakan tegas bagi pelanggar lalu lintas ini akan mulai diberlakukan pada pekan depan. Saat ini polisi tengah menggencarkan sosialisasi terkait pemberlakuan tilang ini.

“Minggu ini kami akan sosialisasikan kepada masyarakat secara masif agar tertib berlalu lintas dan tidak melakukan pelanggaran lalu lintas,” jelas Sambodo kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

Sambodo mengatakan, tilang diberlakukan kembali dengan pertimbangan di masa PSBB transisi ini, pelanggaran lalu lintas mengalami peningkatan.

“Pertimbangan bahwa sudah banyak terjadinya pelanggaran lalu lintas pada masa PSBB transisi atau masa adaptasi kebiasaan baru, maka kita akan segera melakukan penindakan pelanggaran lalu lintas yang berpotensi laka lantas secara konvensional terlebih dahulu,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan, penindakan akan dilakukan secara konvensional.

“Minggu depan kita akan melakukan penilangan konvensional dulu, minggu ini kami berharap masyarakat lebih tertib dan patuh,” kata AKBP Fahri.

Sementara untuk tilang elektronik (electronic-traffic law enforcement/e-TLE) belum akan diberlakukan. Dengan begitu, ganjil-genap juga belum akan diberlakukan.

“Kalau e-TLE terus kita sosialisasikan, kan masyarakat sudah paham terkait e-TLE , namun saat ini akan diperluas keberadaannya. E-TLE akan diresmikan bersama dengan beberapa terobosan kreatif lainnya jadi nanti akan diresmikan bersama beberapa program lainnya, ini on progress,” jelas Fahri.

Untuk diketahui, selama masa PSBB DKI Jakarta, Polda Metro Jaya meniadakan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, kecuali pelanggaran yang bersifat fatal menimbulkan korban jiwa. Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo memerintahkan jajarannya menghentikan sementara kegiatan razia di tengah wabah COVID-19. Hal ini untuk menghindari kontak fisik anggota dengan masyarakat untuk mengurangi risiko tertularnya virus Corona.

“Dari sisi operasional, saya sudah perintahkan jajaran saya untuk mengurangi tindakan dengan tilang. Kecuali pelanggaran yang kasatmata yang memang membahayakan lalu lintas itu tetap harus. Seperti melawan arus, pelanggaran jalur busway, tidak menggunakan helm, dan lainnya tetap kita tindak,” jelas Kombes Sambodo Purnomo Yogo dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (19/3/2020).

“Tapi pelanggaran lainnya, seperti razia itu sudah saya suruh berhentikan,” sambung Sambodo kala itu.

Ada 15 jenis pelanggaran yang jadi sasaran tilang yakni sebagai berikut:

1. Menggunakan handphone saat berkendara
2. Menggunakan kendaraan bermotor di atas trotoar
3. Mengemudikan kendaraan bermotor secara melawan arus
4. Mengemudikan kendaraan bermotor di jalur busway
5. Mengemudikan kendaraan bermotor melintas di bahu jalan
6. Sepeda motor melintas atau masuk jalan tol.
7. Sepeda motor melintas di jalan layang non-tol
8. Mengemudikan kendaraan bermotor melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL)
9. Pengemudi yang tidak memberikan prioritas kepada pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan
10. Mengemudikan kendaraan bermotor melebihi batas kecepatan
11. Mengemudikan kendaraan bermotor tidak menggunakan helm SNI
12. Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari
13. Mengemudikan kendaraan bermotor yang membiarkan penumpang tidak menggunakan helm
14. Mengemudikan kendaraan bermotor pada perlintasan kereta api yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup
15. Mengemudikan kendaraan bermotor berbalapan di jalan.

Tilang ini dilakukan di wilayah DKI Jakarta, terutama di titik-titik yang rawan penindakan. Berikut lokasi-lokasi tersebut:

1. Jakarta Pusat:

– TL Simpang Lima Senen
– TL Coca Cola Sempaka Putih
– TL Pintu Besi
– Jalan Kebon Sirih
– Jalan Kramat Raya
– Jalan Kepu Senen
– Jalan Ali Idrus Gambir
– Jalan Garuda Kemayoran
– Jalan Kramat Raya Senen
– Jalan Gunung Sahari
– Jalan Karet Bivak Tanah Abang
– Jalan Imam Bonjol Menteng
– Jalan Gunung Sahari
– Jalan Atrium Senen
– Blok A Pasar Tanah Abang
– TL Carolus
– Jalan Letjen Suprapto
– Jalan Medan Merdeka Barat
– Jalan Pejambon

2. Jakarta Utara:

– Jalan Yos Sudarso
– Jalan RS Martadinata
– Jalan Gunung Sahari

3. Jakarta Barat:

– Jalan Gajah Mada
– Jalan Hayam Wuruk
– Jalan Daan Mogot
– Jalan Kamal Raya Cengkareng
– Jalan Letjen S Parman
– Jalan Panjang
– Tol Jakarta-Tangerang
– TL Tomang
– Jalan Jembatan Besi

4. Jakarta Selatan:

– Jalan Raya Pondok Indah di depan PIM
– Jalan Raya Fatmawati
– Jalan TB imatupang depan Antam
– Jalan Ciputat Raya
– Jalan Raya Pasar Minggu dekat Poltangan
– Jalan Raya Ragunan
– Jalan Buncit Raya
– Jalan Raya Casablanca
– Jalan Raya Antasari
– Jalan Raya RA Kartini
– Jalan Kapten Tendean
– Jalan Trunojoyo dekat TL Pati 1
– Jalan Iskandar Syah
– Jalan Raya Lenteng Agung
– Jalan Ciputat Raya
– Jalan Duren Tiga
– Jalan Bukit Duri Manggarai
– Jalan Pasar Kebayoran Lama

5. Jakarta Timur:

– Jalan DI Panjaitan
– Jalan Pramuka
– Jalan Pemuda
– Jalan Dewi Sartika
– Jalan Bekasi Timur
– Jalan Kolonel Sugiono
– Jalan Basuki Rahmat
– Jalan Otista
– Jalan Jatinegara Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here