MANTAN WARTAWAN BERGELUT DENGAN PASIEN
DR H Baban, MPA. mantan KNI. foto/Istimewa.

Berita Kawasan Tasikmalaya – Siapa menyangka dan menerka DR H Baban, MPA pakar pengobatan tradisional yang sudah dikenal, menyembuhkan berbagai penyakit pasien dengan memberi obat racikan dedaunan menjadi ramuan herbal.

Ternyata beliau seorang mantan wartawan Koran Nasional Indonesia (KNI) yang terbit sejenis dengan Bulletin Lembaga Kantor Berita Nasional LKBN Antara di tahun 1970-an, katanya kepada wartawan yang mewawancarainya, Malam minggu (28/6)

Sebagai pewarta, koresponden KNI, tahun 1980, Ia merangkap sebagai profesi untuk mengobat warga yang sakit dan diduga sudah berputus asa berobat ke medis, kemudian lanjut berobat kepada DR H Baban,MPA, kini berumur 68 tahun.

Untuk menambah pendapatan, tambahnya, Ia mendirikan Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA).

SMEA kejuruan yang bernama SMEA MKGR di tahun 1990 an juga mendirikan Sekolah setingkat SLTA di Sindang Cerbon, Jawa Barat.

Selanjutnya, Ia mendirikan Yayasan Al Barokah, sebagai ketua Yayasan dan guru, SMEA yang didirikan H Baban menjadi SMK Nuansa. Kesibukkannys di dunia pengobatan tradisional, H Baban yang sudah menekuni ramuan racikan Herbal, menyerahkan SMK Nuansa kepada Istri yang lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) hingga menyelesaikan Sarjana dan Magister Pendidikan di Bandung.

PPWI

Ketua umum PPWI Wilson Lalengke Pembina Anti Narkoba Jahat dengan nara sumber Brigjen Pol DR Victor Pudjiadi, dari BNN
Ketua umum PPWI Wilson Lalengke Pembina Anti Narkoba Jahat dengan nara sumber Brigjen Pol DR Victor Pudjiadi, dari BNN. foto : BK

Ketua umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke,Spd, Msi, MA, berucap ” Janganlah bersandar ke Jurnalistik ” jika tidak berbakat dan tidak memiliki profesi yang lahir dari lubuk hati yang dalam.

Jebolan Lemhanas termuda di masanya, ” Lihatlah senioritas wartawan yang di akhir tuanya sungguh dan sangat memprihatin kan karena profesi wartawan mewakili masyarakat, itulah filosofi menjadi Wartawan, ” ungkap Wilson karena profesi mundur dari dunia edukasi.

Menurutnya, ada wartawan, yang bercapital yang berlebihan dalam ekonominya, memiliki ini dan itu, tentu, ” Tanda Kutip” kecuali, ada upaya seperti DR. H. Baban yang menjadi guru, mendirikan Yayasan, kemudian berprofesi sebagai ahli pengobatan Herbal, ” ujar Wilson salut.

DR. H.Baban, MPA, yang berasal dari kedusunan Slawu Kabupaten Garut sejak muda menekuni obat herbal dari leluhurnya. Dari negeri asal , Ia hijrah, membuka praktek dan menetap di kedusunan Mangunraja, dikenal Lembah Eor jalan Raya Garut – Singaparna, kabupaten Tasikmalaya.

Ia membuka praktek pengobatan tradisonal sejak tahun 1990 an di Mangunraja, ” Dengan metode ronsen qolbu, hasil analisanya memberi obat kepada pasien yang sudah diracik, oleh staf sebagai pekerja khusus yang berpengala man di bidang ramuan herbal, ” katanya sambil berbagi pengala man kepada warga, mau belajar.

Ia dengan pembantunya setiap hari, menerima pasien yang datang dipapah, didukung dan didorong dengan kursi roda sehinga mereka bergelut, memeriksa pasien, yang silih berganti diperiksa.

Kemudian memberi resep obat yang pas dengan penyakit pasien, tentu tidak tuntas dalam waktu dekat, sedikitnya seminggu hingga sebulan.pasien diobati dan dipantau terus hingga sembuh, demikian penjelasan H Baban dengan serius menjawab Pers.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here