10 Juni 2019 Bakal Ada Fenomena Planet Jupiter
Foto By : http://jakartainsight.com/

BeritaKawasan.com – Planet Jupiter adalah planet terdekat kelima dari Matahari setelah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Planet ini juga merupakan planet terbesar di Tata Surya. Jupiter merupakan raksasa gas dengan massa seperseribu massa Matahari dan dua setengah kali jumlah massa semua planet lain di Tata Surya.

Sejarah Planet Jupiter

Dilansir dari jagad.id, Planet Jupiter sudah benyak dikenal oleh ahli astronom sejak zaman kuno. Dan planet Jupiter ini sering dikaitkan dengan kepercayaan religius oleh banyak peradaban. Oleh karena itu, Bangsa Romawi menamai planet ini dari nama dewa Jupiter dalam mitologi Romawi.

Planet Jupiter bisa dikatakan sebagai benda langit tercerah ketiga setelah Bulan dan Planet Venus. Tetapi, meskipun Planet mars mampu menyaingi kecerahan Jupiter pada keadaan tertentu, Planet raksasa ini tetap menempati posisi ketiga sebagai benda langit tercerah di Tata Surya.

Dalam keadaan tertentu, kita bisa mengamati Jupiter dari Bumi. Ketika kita mengamati planet Jupiter kita bisa melihat kecerahannya mencapai -2,94, sehingga cukup terang dan bisa menghasilkan bayangan.

Menurut prediksi sepanjang bulan Juni 2019 ini bakal ada sejumlah fenomena astronomi yang tentunya menarik untuk disaksikan, salah satunya yakni penampakan jelas salah satu planet dari bumi, yakni planet Jupiter beserta empat bulan yang mengitarinya.

Penampakan planet Jupiter ini bakal terjadi pada tanggal 10 Juni 2019, dimana posisi planet tersebut, bumi, dan matahari berada dalam garis lurus. Fenomena astronomi ini bahkan bisa disaksikan dengan teropong binokular maupun mata telanjang.

Tak hanya penampakan planet Jupiter saja, selama periode 14 hingga 19 Juni mendatang, bakal ada juga penampakan ‘susunan indah’ bulan, Jupiter, dan Saturnus yang berubah setiap malam saat bulan mengorbit bumi.

“Planet terbesar sistem tata surya ini akan terlihat seperti permata yang indah dan terang walau dengan mata telanjang, tapi akan terlihat fantastis melalui teropong atau teleskop kecil, yang akan memungkinkan Anda untuk melihat empat bulan terbesarnya.” Tulis badan Antariksa Amerika Serikat NASA.

Sumber : Jakarta Insight

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here