Ciri Khas Budaya Suku Baduy Jero Baduy Dalam Banten

BeritaKawasan.com – Suku Baduy Jero (Suku Baduy Dalam) yang berada di Desa Kanekes, Leuwidamar, Banten, selama ini hidup dalam aturan dan baju adat yang kuat. Pakaian atau baju adat ini telah menjadi ciri khas masyarakat karena warna dan desainnya yang sederhana. Warna hitam dan putih menjadi warna yang dominan dalam pakaian adat Suku Baduy Jero.

Perjalanan menuju Baduy Jero kurang lebih sekitar 4 jam dari Rangkasbitung. Bila sudah sampai di lokasi wisata Baduy Jero, Anda akan diminta untuk absen di posko kedatangan para tamu untuk menjaga keamanan bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Inilah Ciri Khas Budaya Suku Baduy Jero Banten Jawa Barat

Bila Anda ingin mencapai puncak kepedalaman suku baduy Jero, Anda tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan apapun. Anda diharuskan jalan kaki menuju keatas pedalaman suku Baduy jero.

Inilah Ciri Khas Budaya Suku Baduy Jero Banten Jawa Barat

Menurut Mang Japra, tempat tinggal suku Baduy jero umumnya adalah rumah panggung. Rumah panggung ini dibuat penduduk setempat dari bahan alam sekitar seperti dari batang bambu, pohon kelapa atau pohon aren, dan lain sebagainya. Penduduk suku Baduy dalam biasanya tidak menggunakan alas kaki seperti sandal atau sepatu (Red-naplak),” kata Mang Japra.

Ciri Khas Budaya Suku Baduy Jero Baduy Dalam Banten Inilah Ciri Khas Budaya Suku Baduy Jero Banten Jawa Barat

Baju adat Suku Baduy Jero terbuat dengan bahan yang didapat dari alam sekitar. Hal ini mudah saja karena pegunungan yang kaya hasil alam telah menjadi tempat tinggal Suku Baduy Jero sejak bertahun-tahun lamanya.

Pakaian untuk laki-laki Suku Baduy disebut dengan jamang sangsang. Baju ini berlengan panjang dengan cara pakai hanya disangsangkan atau hanya dilekatkan pada tubuh. Desain baju sangsang berlubang pada bagian leher sampai dada serta tidak menggunakan kerah, kancing, dan kantong.

Ciri Khas Budaya Suku Baduy Jero Baduy Dalam Banten

Baju adat ini didominasi dengan warna putih dan tidak boleh dijahit menggunakan mesin jahit. Warna putih pada baju diartikan dengan kehidupan mereka yang suci dan tidak terpengaruh budaya luar. Warna ini hanya dikhususkan bagi Suku Baduy Jero. Berbeda dengan masyarakat Baduy Luar, Mereka menggunakan baju kampret bewarna hitam atau biru tua. Baju adat masyarakat Baduy luar juga sudah terpengaruh budaya luar, terlihat dari kantong dan kancing yang digunakan dalam mendesain baju.

Pada bagian bawah atau celana, Suku Baduy hanya menggunakan kain bewarna biru kehitaman yang dililitkan pada bagian pinggang. Celana ini diikat dengan selembar kain yang berfungsi sebagai ikat pinggang. Sedangkan di bagian atas, kain ikat kepala digunakan sebagai penutup. Ikat kepala ini dibedakan dengan warna putih dan biru tua. Untuk putih diperuntukkan bagi Suku Baduy Dalam sedangkan warna biru tua bercorak batik menjadi ikat kepala yang digunakan Suku Baduy Luar.

Umumnya Suku Baduy baik Baduy luar maupun Baduy dalam selalu membawa bedog atau golok dalam kesehariannya. Aksesoris lainnya sebagai tambahan pakaian adat Suku Baduy yaitu tas yang terbuat dari kulit kayu pohon terep. Tas yang disebut koja atau jarog ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Suku Baduy. Karena tas ini berfungsi sebagai tempat menyimpan perlengkapan yang dibutuhkan suku yang mendiami wilayah Banten ini.

Untuk kaum perempuan Suku Baduy, pakaian adatnya hanya berupa kain atau semacam sarung bewarna biru kehitam-hitaman. Kain ini berupa kebaya dengan motif batik yang dipakai dari tumit hingga ke dada. Perbedaan yang paling mencolok terlihat jika pakaian ini dipakai oleh perempuan yang sudah menikah dan belum. Jika yang sudah menikah baju terlihat terbuka di bagian dada sedangkan untuk perempuan yang belum menikah maka bagian dada akan tertutup.

Hasil alam suku Baduy yang terkenal yaitu Madu Odeng (Madu Lebah) asli dari hutan suku Baduy. Madu Odeng sangat besar manfaat nya bila dikonsumsi untuk kesehatan. Madu odeng sangat sulit didapatkan, karena lebah hutan (odeng) ini tidak dapat dibudidaya atau diternak oleh manusia.

Nah, Anda penasaran ingin merasakan nuansa alam suku Baduy Jero atau ingin merasakan manfaat madu odeng khas Baduy Jero, silahkan datang ke Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Banten. Info lengkap hubungi 0818.1873.6619.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here