Annas
Foto By : RiauInvestigasi.com

Berita Kawasan Riau – Ada salah seorang oknum owner media bernisial SH yang dinilai tak tahu diri semborono mengeluarkan keterangan dan pernyataan yang menyinggung perasaan para Journalis dan Owner media yang tergabung disalah satu Group “WhatssApp”.

Izin ketua gimana juga kalau media yang memeras pejabat ?.” kata S Hondro didalam salah satu group WhatsApp yang dominannya terdiri beberapa Owner Journalis dan juga para pemimpin media tersebut.

Dikatakan oknum yang dinilai tak tahu diri itu lagi, ” Semoga para Owner dan oknum Wartawan juga berhenti memeras Pejabat, Karna kasus anda di Polda tinggal menunggu waktu anda juga di Karengkeng, ucap S Hondro dalam group WhatsApp.

Pernyataan S Hondro yang dinilai jadi pahlawan siang bolong itu, dikecam pekerja Pers.

“Waduh…yang namanya pemerasan tetap di tindak lanjuti pak.Tapi jangan bawa-bawa media dong…yang memeraskan oknum, bukan Medianya.” sebut PS.

“Baik semoga dalam waktu dekat pasti ada gerangan media yang kena kasus di bui.” ucap Saudara Hondro yang terkesan pongah dan gagal paham.

” Bukan Medianya Bang…Tapi Oknumnya.” kembali bantah PS.

“Sesuai Koordinasi penyidik ada yang menyusul Toro !.” ucap Saudara Hondro yang dinilai tak mengerti dan gagal paham terkait kasus yang dialami oleh Toro merupakan dugaan tindakan kriminalisasi yang diduga dilakukan oleh para pihak tertentu, karena produk Journalis yang dihasilkan bukan karena tindakan kriminal murni.

Pernyataan S Hondro di dalam group WhatsApp yang dominasi pekerja Pers, owner media dan pimpinan media tersebut, menimbulkan kontra dan protes dari Journalis/Wartawan dan LSM karena dianggap pernyataan yang meresahkan.

“Kita cukup menyayangi sikap dan pernyataan yang dilontarkan Saudara Hondro itu melalui pesan pribadinya dalam group WhatsApp, menuding adanya pemerasan dilakukan media dan wartawan ke pejabat tanpa memakai azas praduga tidak bersalah. Bahkan sikap Saudara Hondro itu melalui pernyataan dari dalam mulutnya sendiri, terkesan menakut-nakuti, mengintervensi dan mengintimidasi media dan wartawan terkait laporan oknum pengacara ke Polda apakah merupakan murni tindakan Kriminal dan atau diduga di Kriminalisasi kembali terhadap karya Journalis/Wartawan bebarapa bulan yang lalu, kesal Annas yang merupakan aktivis dari LSM Komunitas Pemberantas Korupsi, ini.

Annas mengingatkan Saudara Hondro untuk tidak semborono menyampaikan pernyataan apapun didalam sebuah media sosial tanpa bukti, yang akhirnya merujuk pada fitnah, termasuk sebagai provokator antar jurnalis dan media. Dia juga harus sadar siapa dirinya S Hondro itu yang merupakan Owner pada dua [2] nama media siber (online) yang berbeda, serta jangan menelanjangi dirinya sendiri

Kenapa saya katakan demikian? sebut Anas. Didalam sebuah perjuangan rekan-rekan Pers terkait dugaan kriminalisasi yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum tertentu terhadap saudara TR, dirinya tahu benar, bahwa yang dialami TR adalah korban dari dugaan kriminalisasi bukan korban lainnya dan dalam perjuangan tersebut dirinya ikut serta dalam aksi yang dilakukan rekan-rekan Pers, he kok malah dia [SH] mengintervensi dan menakut-nakuti rekan Pers lainnya yang mengalami dugaan kriminalisasi seperti yang telah di alami Toro

“Jika Saudara Hondro mengetahui adanya dugaan yang sama dilakukan oleh sejumlah oknum tertentu, sebagaimana koordinasi yang telah ia dapatkan dari oknum penyidik yang digembor-gemborkan didalam media Sosial harusnya mendukung rekan journalis dan media agar tidak terjadi kembali Kriminalisasi dan/atau intimidasi terhadap pekerja Pers itu sendiri, bukan menghianati profesi yang ia sandang saat ini yakni Journalis dan bahkan pemilik (owner) media siber”. tegas Annas

“Aneh dalam pergerakan rekan-rekan Pers mendukung menolak dugaan kriminalisasi yang telah terjadi pada TR selama ini, ia selalu maju didepan, dan saat itu kembali terjadi malah berbalik arah menjatuhkan rekan Pers dan media.Siapa sebenarnya. Siapa sebenarnya SH itu, ? Pekerja Pers atau owner media, ataukah Pengkhianat Pers. Hanya Tuhan yang tahu, kesal Annas mengecam sikap SH yang dinilai tak berwibawa itu.

Menyikapi hal ini, Toro yang berhasil ditemui rekan-rekannya Pers di Rutan Klas IIB Pekanbaru, Sabtu (12/10) cukup prihatin dan menyayangkan didaat mendengar sikap pernyataan rekannya S Hondro pekan lalu itu dalam WA Grop yang terkesan jauh mendiskriminasi rekan-rekan Wartawan/media yang lain.

“Saya berharap kepada kita semua insan Pers untuk tetap bersatu dan merapatkan barisan. Jika kebenaran informasi yang didampaikan oleh salahsatu rekan kita (SH) itu di Grop, diabaikan saja, biar publik yang menilai” ujar Toro

“Kepada semua pihak, Toro berpesan untuk tidak mengaitkan atau menghubungkan masalah yang sedang dialami (Toro-red) pada problem lain, apalagi dijadikan sebagai alat memprovokasi dan menakut-nakuti rekan- rekan pekerja Pers atau yang lain. Apalagi perjuangan terhadap masalah yang menciderai keadilan Pers yang terjadi saat ini belum usai, dan masih dalam perjuangan. *(Tim)

Sumber : Riau Investigasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here